Pages

Friday, September 20, 2013

Secangkir Irish Coffee

Ada yang tau kopi apa aja yang harganya mahal per-cangkirnya? Kopi Luwak iya.. Lainnya?
Ada yang pernah denger Irish Coffee?

Kukasih tau nih ya..
Jadi Irish Coffee ini adalah minuman yang dibuat dengan mencampurkan kopi dengan Irish Whiskey (Wiski Irlandia) dan gula, serta krim kocok diatasnya. Minuman ini diperkenalkan sekitar tahun 1940an.

Demi membunuh rasa penasaran itu maka dengan tekad bulat akhirnya aku coba untuk merasakan nikmatnya Irish Coffee. Asik kali ya dingin-dingin, minum kopi, apalagi ada Wiski-nya. Pasti anget tuh..


Waktu pesenan datang agak kecewa juga sih liat penampilan Irish Coffee tersebut. Bayanganya Irish Coffee itu disajikan dengan gelas panjang, trus pake krim diatasnya, dan disajikan dingin..

Tapi ini enggak, jadi itu kayak segelas kopi biasa berwarna hitam pekat, dan panas.
Waktu kutanya mas-nya, ternyata di cafe ini penyajian Irih Coffee nya emang gini. Jadi cuman perpaduan kopi espresso dengan Wiski Irlandia.. Hmmm..baiklah..

Setelah browsing-browsing, dapet informasi kalo Irish Coffee yang tulen itu sebenernya tidak menggunakan whipped cream, tapi sekarang demi alasan kepraktisan dan selera, kebanyakan Irish Coffee dibuat dengan whipped cream.

Jadi intinya gak jadi kecewa, ketika mengetahui bahwa Irish Coffee yang kupesan ini ternyata bener-bener tulen.

Untuk harga.. 11-12 lah dengan Kopi Luwak.. :(
Untuk rasa..hmmm...rasanya itu seperti apa ya? uumm...rasanya itu seperti kopi yang dicampur sama Wiski..

Hahahaha..










Friday, September 13, 2013

Secangkir Kopi Luwak

Pengen banget tuh dari dulu nyobain Kopi Luwak. Pernah denger nggak Kopi Luwak? Kopi yang harganya muahal..dan diklaim sebagai kopi ternikmat di dunia.

Sekedar info, jadi Kopi Luwak itu mulanya biji kopi biasa, tapi biji kopi tersebut dikonsumsi oleh Luwak. Hewan ini biasa mengkonsumsi buah-buahan, salah satunya buah kopi. nah pas Luwak itu boker, bijinya ikut keluar di kotoran si Luwak tadi. Luwak memiliki indera penciuman yang peka sehingga ia akan memilih buah kopi yang berkualitas baik dan matang untuk dimakan. Hal inilah yang menjadi penyebab biji kopi yang terdapat dalam kotoran luwak adalah biji kopi yang berkualitas tinggi. Selain itu, biji kopi ini juga sudah difermentasikan secara alami di dalam perut luwak sehingga menghasilkan aroma dan rasa yang sempurna.

Sebagai penyuka kopi, rasa-rasanya belum lengkap kalo belum nyobain yang namanya Kopi Luwak. Terlebih lagi kopi ini berasal dari Indonesia..malu gak tuh. Orang-orang bule diluar sana sangat mengagumi Kopi Luwak ini masak kitanya belum pernah meminumnya.

Kelemahan dari Kopi Luwak ini satu, hargany mahal euy..hahah
Jadi sebelum meminumnya ada beberapa persiapan wajib yang harus dilakukan.

Jadi seminggu ini aku bangun lebih pagi dari biasanya, yang tadinya kalo bangun masih tidur-tidur ayam sambil dengerin berita di tipi, seminggu ini habis Subuh-an langsung olahraga lari-lari kecil keliling komplek. Sampe kost-an biasanya senam kecil-kecilan dulu, abis itu mandi.

Kalo yang sebelumnya pas mau berangkat ke kantor gak pernah pamitan sama ibu kost, seminggu ini rajin pamitan sambil cium tangan. Begitu juga pas keluar gang ada tukang becak biasanya nyelonong aja, kali ini berhenti, turun motor, sambil senyum, salaman ke tukang becak, pamitan mau berangkat ke kantor..

Apalagi ya? oh iya..kalo di putar balik-an biasanya ada bapak-bapak yg bantu nyeberangin, biasanya diem aja, seminggu ini teriak keras-keras.. "MATURSUWUN PAKDHEEEE...!!!!"

D-DAY

Setelah melakukan persiapan yang cukup lama dan doa yang lebih lama dari biasanya, akhirnya hari ini tiba, sore ini aku lebih pulang kantor lebih cepet dari biasanya.
Dan langsung meluncurlah ke Surabaya Town Square, ada gerai Kopi Luwak disana. Sebenernya gak langsung kesana sih, tapi mampir dulu ke Infinity, liat-liat chasingnya iPhone.

Setelah sesekali jalan hilir mudik di depannya macam orang udik, akhirnya dengan gagah dan mantap masuklah aku ke gerai kopi tersebut. Langsung pesen Kopi Luwak Asli.. (sama Lumpia Semarang sebenernya).

Gak sampe lama, mbaknya datang dengan membawa nampan berisi cangkir, termos, dan 1 sachet kopi luwak. Sebelum mbaknya menyeduh kopi dia bilang "Kak...mau mencium aroma kopinya dulu?" Dan sumpah bener..aroma Kopi Luwak itu beda banget dengan kopi biasa..

Untuk menikmati Kopi Luwak ini, jangan ditambah gula, seruput pelan-pelan, rasakan Kopi Luwak itu perlahan mulai dari ujung lidah paling depan hingga rongga mulut paling belakang.. Rasanya itu khas banget.. Kalo rasa, menurutku sih cenderung smooth ya, gak keras khas kopi. Aromanya kuat banget emang, tapi ketika melewati pangkal lidah hingga tenggorokan terasa haluus banget.

Aku bukan orang yang ngerti tentang cara mendefinisikan citarasa kopi sampai detail. Lidahku masih belum berpengalaman untuk memilah-milah citarasa dari kopi. Aku hanya penikmat kopi yang tiap hari paling enggak 3x sehari wajib minum kopi. Tapi jujur..terlepas dari harganya yang mahal per cangkirnya, Kopi Luwak itu enak banget..SUMPAHHH..!!!!
Jadi yang kutulis ini ya yang kurasakan sendiri pas meminumnya.

Dan gak terasa secangkir kopi ini telah tandas, menyisakan ampas pekat yang tersenyum manis kepada peminumnya. Senyum rekah bunga musim semi. Dan aku pun membalas senyumnya.

Saat itu semesta menyambut seraya senyum ranum hijau daun-daun menyaksikan kami.

------------

Tuhan..
Terima kasih atas karunia-Mu
Aku bangga dengan negeri ini,..
Negeri yang menyediakan kepada kami kopi-kopi terbaik di dunia.
Tuhan..
Bantu kami menjaganya..




-----
Surabaya, 13 Sept 2013

Papang Dany R


Friday, September 6, 2013

Sepotong Machiato dan Secangkir Garlic Bread


Temanya sih masih sama, masih Sabtu malas-an, tapi berhubung pas bangun tadi liat cuaca di luar cerah banget, jadi sayang kalo dilewatin hanya dengan tiduran melulu.
Cuaca cerah banget, dengan awan biru berhiaskan semburat awan putih tipis-tipis. Gemerisik daun-daun belimbing yang terkena hembusan angin seirama dengan kicauan burung Prenjak yang sedari tadi melompat-lompat dari dahan ke dahan.

Enak kali ya menikmati pagi indah ini dengan segelas Machiato, kemudian ditemani dengan garlic bread dengan saus mayones..hummm.. duduk di teras depan..melihat langit biru. huaaaaa..
Lebih lengkap ditambah martabak daging..byuhhh. Tapi pagi-pagi jual martabak dimana ya? harus beli malamnya, trus diangetin pagi harinya..

Hahaha tiba-tiba terbesit punya microwave, mau makan apa tinggal ngangetin aja. Tapi sebenernya kalo punya microwave harus punya kulkas sih. Jadi harus beli kulkas dulu ya. hmmm
Tapi dengan kondisi kamar kost yang semakin sempit gak memungkinkan tuh beli kulkas. Solusi terbaik harus punya rumah.

Kalo punya rumah, gak punya pendamping juga gak lengkap sih.. Jadi nih harusnya cari pacar dulu..
Nah untuk bisa dapat pacar..maka perut harus dikecilin dulu..

Wait..wait.. kok ujungnya lari ke perut ya.. siaaaallll
Dari sekedar ingin menikmati pagi dengan kudapan hangat ujung-nya masalah sensitif ini yak..


ckckckck


Pagi cerah Surabaya, 07 Sep 13




Friday, August 30, 2013

Kopi Rumah Tak Seenak Kopi Warkop

Lama nih gak nulis jadi lupa bagaimana caranya nulis.
Baiklah Sabtu ini..biasa2aja. Tetep sih..bangun tidur..tidur2 ayam dulu sambil dengerin berita di tipi. Setelah nyawanya udah genap, ngulet2 bentar lalu beranjak bangun. Trus terkaget-kaget liat cucian numpuk (walopun sebenernya malemnya udah tau kalo cuciannya numpuk sih).

Abis nyuci2 ganteng, mandiin motor, dan mandiin diri sendiri, dan meluncurlah ke warung kopi depan gang.
Hari ini sepi warkopnya, biasanya rame orang2 tua, pada kemana yak...
Padahal rumah mereka sih disekitaran situ, kenapa ya mereka lebih suka ngopi di warkop? apakah isterinya pada gak bisa bikinin kopi? ato emang gak ada kopi di rumah?
Tapi kalo boleh jujur nih ya.. faktanya minum kopi buatan rumah itu tak seenak minum kopi di warung kopi. Ini fakta lho..

Ada itu cerita dimana sang isteri yang kesal karena suaminya tiap pagi dan malam selalu keluar ke warung kopi. Dia kesalnya karena mengetahui bahwa jenis kopi yg ada di rumah itu sama persis dengan jenis kopin yg dipakai di warung kopi. Diam2 si isteri ini membeli kopi di warung, dibungkus. Sesampai rumah disajikan dalam gelas kepada suaminya. Dan ternyata si suami ini bilang kalo kopinya gak enak, lebih enak di warung kopi.
wkwkwkw habislah itu sang suami..

------

Hmmm tuh kan lupa mau nulis apalagi..
Baiklah sekian dulu aja deh..




Sby, Penghujung Agustus 2013


Papang Dany

Friday, April 19, 2013

Tuesday, January 15, 2013

Jika Aku Matahari, Engkau Adalah Bintang

Jika aku matahari, engkau adalah bintang
Bukan satu bintang, melainkan hamparan bintang

Ketika aku melihatmu terhampar dilangit, aku seolah melihat semesta.
Terbentang tak terbatas..
Dan kusadari,
Ternyata ruang semesta itu ada..
Ketika kutatap dalam matamu